Redaksi: Jl. Dipatiukur Kp. Haurmekar No A 28 Kota Bandung

 

 

Jalan rusak berat Kebumen-Banjarnegara (ft Harmono/Jateng)

Kapolres Lama-Baru Cimah

Kol.Pol (purn. alm) H.Drs.Agus Sarman, Msi :

Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Cikutra Kota Bandungi

Bandung,(Majalahmahardika).-  Inalilahiwainailahirojiun,Kololonel (Kombes) pol. Drs. H. Agus Sarman, MSi mantan Kepala Direktorat Lalulintas Polda Jabar

dan terakhir tugas di Mabes Polri meninggal dunia Minggu dini hari pukul 03.10 WIB di rumahnya Komplek Giri Mekar Blok B No 9 Cijambe Ujungberung Kota Bandung.

Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Minggu pukul 13.00 wib dengan upacara pemakaman milter. Almarhum dimakamkan berdampingan dengan rekan sejawatnya Brigjen Pol (purn) H. Drs.Herman Sastrawijaya yang wafat beberapa hari sebelumnya.

Riwayat hidup singkat almarhum yang tercatat di Polda Jabar, nama Drs. H Agus sarman, MSi pangkat Kombes (kolonel) polisi (purnawirawan) Jabatan terakhir sebagai Kepala Seslem Sespim Polri kesatuan Mabes Polri Jakarta. Pendidikan SD, SMP, SMA S2 UNPAD, kemiliteran AAl Surabaya Sesan Kadet. SPN Kramatjati Jakarta. PTIK. Dilahirkan di Cimahi Jabar tanggal 30 Desember 1938.

Almarhum meninggalkan 1 istri dan 4 (empat) orang anak.

Bintang jasa yang dimiliki. Satya lencana Penegak. Bintang Bhayangkara Nararya. Dwidya Sistha. Operasi Tumpas (Irja). Operasi Pepera. Operasi Seroja.

Meninggal dunia di Bandung pada tanggal 19 Desember 2010 pukul 03.10.

Almarhum semasa dinasnya yang paling mengesankan bagi para anggotanya dan rekan atau mitra kerjanya dengan para jurnalis, adalah ketika menjabat sebagai Kadit Lantas Polda Jabar. Sifatnya tegas tanpa kompromi dan selalu berhasil dalam ide dan pelaksana, bahkan almarhum berhasil menertibkan kendaraan pengakut batu kapur tanpa plat nomor di kawasan Padalarang Bandung. Ketika itu tak satupun yang berani mengusik atau penertibkan "Bayawak" istilah kendaraan tanpa dilengkapi surat surat. Langkahnya itu dinilai berhasil oleh berbagai kalangan.

Nama Agus sarman sangat melekat dengan anggotanya, karena kepemimpinannya. Kemana mana selalu disambut baik baik oleh fungsi lalulintas maupun fungsi lainnya di Jawa Barat. Dan ia selalu mewarnai semua media lokal dan nasional karena keterbukaannya dan berani mengatakan salah kepada yang melakukan keslahan dan mengatakan benar kepada mereka yang dianggap benar. Padahal saat itu tidak banyak para pamen yang berani melawan arus.

Selain memimpin jajarannya, almarhum juga aktif menulis berbagai makalah dan tulisannya tentang lalulintas di negeri ini. Tidak sedikit media nasional menerbitkan hasil karyanya. Juga almarhum semasa hidupnya paling disukai di Kampus Langlangbuana, selaku dosen.

Selain aktif menulis di berbagai media, almarhum juga tercatat salah satu pendiri Majalah Mahardika dan sebagai Pendiri sekaligus Dewan Redaksi.

Selamat jalan Pak Haji, semua rekan jajaran keredaksian mendo'akan agar mendapat tempat yang layak di sisi Nya, Amin Ya robalalamin. (Sonni Hadi/Bandung)

Copyright (c) 2009 Majalah Independent gema mahardika. sonni hadi

 

 

HTML Comment Box is loading comments...