.English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese KoreanArabic Chinese Simplified

Redaksi Jalan Haurmekar No A 28 Kota Bandung 40133 Tlp (022) 2507708-SIUPP: No.417/SK/MENPEN/SIUPP/1998 

 E-mail: sonnihadi@gmail.com- sonnihadi@ymail.com - sekretariatrapi04@gmail.com

Rika Rafika

“A Rising Star” di Jagat Pop Sunda

 

Sejak melempar album “Dalingding Asih” lima tahun yang lalu, artis cantik asal  Banjaran, Bandung Selatan ini, terus melaju. Album demi album diluncurkannya setiap tahun, dan posisinya di jagat Pop Sunda pun kian kokoh. Kehadiran album “Bentang Midang”, “Rujak Cuka”, dan yang terahir “Ronggeng Imut”, kian mempertegas eksistensi Rika Rafika yang layak disebut sebagai “a rising star”. Figurnya sebagai artis multi talenta pun kian bersinar lewat berbagai kiprahnya sebagai MC dan Presenter. Program musik interaktif “Dalingding Asih” di Bandung TV nampaknya tak pernah kekurangan penggemar. Begitu populernya program tersebut, sehingga Rika pun kerap dijuluki Si ‘Dalingding Asih”. Studi formalnya pun menunjang bakat alamnya dalam berkomunikasi. Artis yang ramah dan akrab dengan  kalangan pers ini adalah lulusan Fikom Unpad Jurusan Public Relation tahun 2007

Rika Rafika

Album baru Rika untuk menggedor pasar 2010  melewati proses mixing oleh  Iwan MD, recording engineer kawakan yang sudah menangani sederet artis kondang di tataran nasional. Tidak kurang dari 10 lagu  menjadi senjata Rika dalam mengarungi pasar Pop Sunda tahun 2010 ini, tahun yang  diramaikan oleh persaingan artis papan atas. Kesepuluh lagu tersebut yaitu “Pegat Duriat” (Hendy AF), “Ahad Payun” (Yaya Suharya), “Nganteng” (Yus Wiradireja). “Dua Cinta” (Yus Wiradireja), “Urang Sapamadegan” (Uko Hendarto), “Tanda Cinta” (Oon B), “Layeut Kageugeut” (Mas Effendi), “Geter-geter Asmara” (Buy Akur), “Galak Sinongnong” (Ki Ihin), “Tanggal Bebelasan” (Iik S)

Jika pada album-album Rika sebelumnya wilayah aransemen musik diserahkan kepada Ari Prigara/Sakata 2K, maka untuk album ini arranger yang ditunjuk adalah Laling, musisi senior yang sekarang mengomandani Kampiun Band, sebuah band yang mumpuni dalam mengiringi penyanyi Pop Sunda, dan kerap mengiringi artis Pop Sunda papan atas seperti Doel Sumbang serta Nining Meida.  

Apa sih judul albumnya? “Saya belum tahu, masih dipertimbangkan oleh Whisnu Record,” ucap penyanyi yang menempa diri lewat berbagai kancah lomba nyanyi,  diantaranya pernah menjadi Juara I Pasanggiri Kawih  se Jawa Barat tahun 2004 dan menggondol trofi “Titim Fatimah”.

Warna Dangdut

Dangdut  pun turut mewarnai album baru Rika ini. Seolah, lewat warna dangdut tersebut, Rika mengajak pendengarnya untuk bergoyang. “Sebetulnya, bukan hal baru jika ada warna dangdut di album saya. Mulai album ke dua yang berjudul Mana, sampai album terakhir,  warna dangdut sudah ada,” ucap Rika.

 

Ada kesan, album Anda yang baru ini lebih cair, katakanlah lebih didekatkan ke selera pasar..? “Setiap album saya selalu berusaha digarap apik, sesuai selara pasar dan berbagai kalangan masyarakat. Dan juga mempunyai warna musik yang unik, yang lain daripada yang lain, dari mulai warna dangdut, koplo jingkrak, bajidoran, degung, tembang, mellow, dan lain-lain. Mudah-mudahan album yang sekarang pun dapat meramaikan dan menyemarakkan blantika Pop Sunda. Pada akhirnya, nanti pasarlah yang menentukan, kita hanya berusaha semaksimal mungkin, dan kita juga belum tahu apa yang diinginkan pasar Pop Sunda pada saatnya nanti,” papar penyanyi yang juga mahir berjaipong-ria ini.

Berbagai warna memang mewarnai album baru si cantik ini. Dalam lagu “Urang Sapamadegan”, gelik Rika sebagai penyanyi Pop Sunda tetap memikat. Melankolis dan menyayat hati. Penghayatannya total, menunjukkan kelas Rika sebagai vokalis dengan teknik tinggi.

Anda dilibatkan dalam memilih lagu ? Dan, perlukah penyanyi dilibatkan dalam urusan itu? “Keterlibatan penyanyi tentu saja penting dan perlu. Tapi, kembali lagi, tetap harus ada pihak yang memonitor dan mengarahkan, yaitu Pimpro. Keterlibatan musisi pun harus berkesinambungan. Selain memenuhi permintaan recording company, musisi juga harus tahu karakter vokal penyanyi, dan penyanyi pun harus terlebih dahulu menyukai lagu dan musiknya. Jadi,  dalam proses pembuatan album, seharusnya semua pihak dilibatkan dan bekerjasama untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” jawab penyanyi yang memberi alamat Jl. Karang Tineung II No. 90C Bandung untuk berkorespondensi dengan fans.

Karir dan Gosip

Dunia artis tentu tidak lepas dari gosip.  Dan, bagaimana Rika memandang gossip? simak saja,  “Di dunia artis, yang namanya gosip tentu ada, akan tetapi sudah menjadi konsekwensi, semakin kita banyak dikenal orang, semakin banyak privasi kita yang menjadi konsumsi publik. Seperti peribahasa, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa,”.

Jika suatu saat Anda diterpa gosip, bagaimana Anda menyikapinya? “Untuk menyikapi gosip tersebut, bagi saya positive thinking saja. Selama gosip tersebut tidak mengganggu stabilitas karier dan ketentraman keluarga  saya, buat apa ditanggapi, buang-buang enerji saja. Daripada buang enerji menanggapi gosip, lebih baik saya fokus kepada karir, mengembangkan segala potensi yang saya punya, dan berdedikasi untuk kemajuan musik Sunda khususnya serta musik Indonesia umumnya …….,” jawabnya santai.

Ngomong-ngomong, ada kabar ini merupakan album pamungkas Anda di Whisnu Record, selanjutnya bagaimana? “Saya belum bisa memberi statement tentang ini. Kita lihat saja setelah album ini beredar. Mungkin saja memperpanjang kontrak dengan Whisnu Record, mungkin saja mengikat kontrak dengan recording company yang lain. Kalau tidak ada kesesuaian soal materi musik dan finansial, dengan pihak mana pun, ya mungkin saja membikin label sendiri, doakan saja ya……..,” papar Rika diiringi senyum manisnya. Dan, untuk seorang Rika Rafika, tentu saja, akan banyak yang berdoa. (yosiewijaya)***

Catatan :

  • Sebagian dari artikel ini pernah dimuat di Harian Umum “Kabar Priangan” (PR Group) edisi  Selasa 23 Nopember 2010.

  • Penulis adalah pemerhati Pop Sunda, Penasihat FWHB (Forum Wartawan Hiburan Bandung), anggota Tim Khusus Panaratas (Paguyuban Seniman Rekaman Tatar Sunda), dan anggota Pengurus Pusat Paguyuban Doeloer Doel Sumbang.

Web Development

 

Copyright (c) 2009 Majalah Independent gema mahardika. sonni hadi