get widget

 

 

Spain ItalianArabic Chinese SimplifiedDutch Russian Portuguese Japanese KoreanEnglish French German

 Sonni Hadi

Buat Lencana Anda

 

Nama lengkap Sonni Hadi lahir di Bandung tahun 1953 bulan Agustus tanggal 22 Zodiak Leo, Dari suku Sunda ibu kandung dari Kadungora Leles Kab upaten Garut Jawa Barat, Bapak dari Kp. Maja Rangkas Bitung Banten. Besar di Bandung  Agama Islam. Mempunyai anak 5 di antaranya 4 laki-laki dan seorang wanita.  Alamat terakhir di Kp. Haurmekar Nomor A 28 RT 01 RW 01 Jl. Dipatiukur Kel. Sadangserang Kec. Coblong Kota Bandung. Tel/fax 0222507708- 085722221502 -  Website (Laman) http://www.majalahmahardika.com |   http://sonnihadi.blogspot.com   |  http://www.rapi04.com    |(Pos Elektronik) Email: sonnihadi@gmail.com  - sonnihadi@ymail.com Pendidikan Sekolah Dasar 6 thn, SMPN 3 Thn, SMAN 3 thn, tidak memiliki gelar disiplin ilmu karena gagal melanjutkan ke perguruan tinggi.  Non formal, fotografi, jurnalis, kepribadian, kemasyarakatan. Komputer sofware. Mengusai bidang fotografi (manual-penuntun ) digital, Kamera, edititing visual ,  layout (tata letak) manual (penuntun)  /komputerisasi, Art Direktor..

 

Organisasi: Ketua Wartawan Kejaksaan, Kehakiman, Kepolisian (Kejakimpol Jabar )thn 1985-1992. Sekretaris II Persatuan Artis Film Indonesia Cabang Jawa Barat (Parfi) thn 1979-1982. Pembantu Umum Parfi Cab Jabar thn 1982-1985, Anggota Parfi Pusat 1985-1988. Ketua Warpol (Wartawan Unit Kepolisian) Polda Jabar, Angota PWI Cab Jabar 1985-sampai sekarang. Anggota PWI Pemkot Bandung 2000-sampai sekarang. Humas Anggota Rapi Lokal 04 Cibeunying Kota Bandung thn 2008-2010.- 2010-2012 Ketua Dewan Pimpinan Kolektif Kel Sadangserang Kota Bandung, Ketua Forum Kemanan Polisi Masyarakat Kel. sadangserang Polresta Bandung Tengah. Ketua Koperasi Mekar Bersinar. Pemimpin Umum,pemimpin Redaksi Majalah gema Mahardika. 1998 sampai sekarang. Belum pernah terlibat kasus perdata maupun pidana. Tidak pernah masuk partai politik, maupun sebagai simpatisan suatu organisasi bernuansa politik. Lebih banyak berkiprak kepada organisasi atau perkumpulan sosial sebagai pelaku relawan.

 

Pekerjaan: Sejak tahun 1975 sudah menjadi fotografer intertaimen model, penyanyi, film dan art direktor. Tahun 1979 mulai menjadi wartawan lepas kemudian ditarik menjadi wartawan tulis dan wartawan foto koran Pos Film (Jakarta). Tahun 1980 ditarik untuk menjadi wartawan foto dan tulis di Harian Umum Mandala. Tahun 1990 menjadi redaktur Hukum dan Kriminalitas di Harian Umum Mandala, merangkap redaktur Olahraga dan redaktur budaya di Koran Mingguan Mandala Minggu.

 

Tahun 1992 sempat menjadi jajaran keredaksian di bagian dokumentasi berita kerjasama Mandala Kompas).  Tahun 1992 sebagai redaktur Majalah Widya Bhakti- Majalah Ganda Wibawa Cakti, meliput  semua Polsek di seluruh Jawa Barat sampai tahun 1998. tahun 1992-1998 kembali redaktur Hukum dan Kriminalitas, teknisi komputerisasi di HU Mandala sampai 1998. Pertengahan 1998 pindah ke Koran berbahasa Sunda Surat Kabar Mingguan Kujang sebagai redaktur. Akhir 1998 sebagai pemimpin Umum Tabloid Gema Mahardika sampai 2006. Tahun 2006 Penanggungjawab Majalah Mahardika sampai sekarang.

 

Kepala Humas PT Graha Semesta Caraja Jl. Leuwi Gajah Cimindi sejak bulan Januari 1998 sampai sekarang. |  Pengalaman Peliputan yang menarik. Nyaris meninggal karena terbawa lahar dingin di Cisayong Tasikmalaya ketika meliput meletusnya Gunung Galunggung di Tasikmalaya Tahun 1982, ditolong oleh tim Sar dari Wanadri pimpinan Adjat Sudrajat, Iwan Lumintang dan Rachmat Hidayat. | Tertembak peluru hampa ketika meliput pembuatan film Bandung Lautan Api di Jl. Andir Bandung dan berhasil dioperasi tim dokter di RS Halmahera Bandung  serta berhasil  dikeluarkan peluru dari kayu yang menancap di punggung sebelah kanan. | Memburu mayat-mayat misterius di kamar mati Hasan Sadikin ketika jamannya para preman mati ditembak penembak misterius, selama tiga bulan berbaur dengan mayat-mayat yang sudah membusuk. | Terkurung di Gedung MPR Jakarta ketika Presiden Suharto Lengser dan gedung diduduki para demonstran, baru keluar satu hari setelah gedung diamankan bersama beberapa wartawan tulis media lainnya.

 

Tertinggal pesawat heli rombongan Kapolda Jabar ketika meliput Polsek Cidaun di Cianjur Selatan, gara-gara ketiduran di pos jaga karena kelelahan yang akhirnya pulang sendiri dengan angkutan umum dan menyeberangi beberapa sungai karena tahun 1980 masih belum dibangun jembatan-jembatan beton dan masih mempergunakanalat penyeberangan sederhana, saat itu Kapolda Jabar Mayjen Pol. Drs Bobby Rahman.

 

Lebih seru lagi ketika meliput final persib -psms di istora senayan tahun 80 an, kena lemparan leastik yang berisikan air seni dan benjol kepala karena banturan batu dari para penonton. Tetapi senang saja karena kepuasan dari hasil liputan yang tertangpang di halaman depan.    Bp7   Nomor induk 18414584 Kepres nomor 10 tahun 1979 di Bandung tanggal 20 Februari 1984 sampai 25 Februari 1984, dari organisasi Parfi. Pola pendukung 45 jam. | - Diklat PWI Jabar 28-30 April 2008 di Kota Bandung | - Tiga Penggerak Ekonomi Daerah Nop 14-16 2006 di Hotel Horizon Bandung, penyelenggara USAID ( From the American people)  | - Balai Bahasa Bandung Pusat Bahasa Pendidikan Nasional, sertifikat Redaktur Bahasa pada Media Massa se-Kota Bandung 23-25 Maret 2009 pola 26 jam | - Penghargaan nomor PolB/3750/XII/1995, hal partisipasi menciptakan Kamtibam  di wilayah Hukum Polda Jabar. 29 Desember 1995 Kapolda jabar Mayjen Pol. Drs Soebandy | - Tahun 1992- HUT Pers Nasional ke VIII/1992 dari Siwo PWI Cab Jawa Barat. | - Penghargaan nomor Pol 24/XII/1995, dalam  Satuan Pengamanan, Kapolwiltabes Bandung Kol Polisi Didi Widayadi MBA . 

 - Penghargaan Lomba foto Pemilu 23 April 1987 Ketua PWI Jawa Barat Yayat Hendayana. | -Pekan Orientasi wartawan tanggal 13 Februari 1989 di Perusahaan Jawatan Kereta Api atas nama wartawan Harian Umum Mandala dan Mingguan Mandala | - Lembaga Pers Dr Soetomo kerjasama antara LPD - Unesco di Bandung 28-29 November 2005. Tribuana Said,MDS Direktur Eksekutif Lembaga Dr Soetomo, Drs Jakob Oetama Ketua Pengurus Harian Yayasan Pers Drs Soetomo

Kepulan debu dari material letusan Gunung Galunggung Tasikmalaya tahun 1982, dipotret di Kp Sinagar Indihiang. Setelah letusan ini satu hari kemudian beberapa daerah di kampung itu terendam lahar dingin dan banyak rumah penduduk yang tertimbun pasir hingga atap, seperti tampak dalam gambar pohon kelapa terlihat setengahnya terrendam pasir.

Almh Ibu Inggit Garnasih istri pertama Presiden RI pertama, ketika masih hidup ketika itu dirawat di RSHS

Ketika berita tentang almarhumah yang saat itu masuk rumah sakit karena sakit usia tua, tidak sedikit wartawan yang turut bergiliran menunggu kabar dari dokter atau famili terdekat tentang almarhumah, maklum semua media cetak bertanggungjawab atas berita yang harus diketahui oleh umum. Tidak ada seorangpun wartawan yang berani meninggalkan lokasi tempat dirawatnya Ibu Inggit, setiap saat ketegangan selalu muncul. Maklum almarhumah adalah mantan istri presiden RI pertama.