Jum. Jan 27th, 2023
Spread the love
0Shares

Jelang bulan suci Ramadhan, beberapa lokasi pasar tumpah (PKL) di Kota Bandung, diserbu para pengunjung. Kebanyakan menurut para pedagang terutama pedagang makanan siap saji di tempat serta para pengunjung, bahwa minggu ini terakhir bisa menikmati kuliner siang hari karena minggu depan sudah masuk bulan puasa, katanya.

Sama sama menguntungkan, mereka para pedagang lebih laku jualannya ketimbang minggu lalu, karena selain suasana terasa bukan pandemic lagi ditambah akhir pekan yang terakhir. Minggu depan sudah tidak mungkin lagi jualan, terutama makanan.

Demikian juga para pengunjung yang membludak, sepertinya membeli keperluannya baik pakaian untuk persiapan lebaran yang masih jauh, juga membeli berbagai makanan yang bisa disimpan lebih lama. Hal itu dilakukan karena nanti setelah masuk bulan puasa sudah jadi rahasia umum, segala keperluan baik makanan maupun hal lain akan meningkat harganya.

Salah satu penjual makanan di lokasi Monumen Gasebu Bandung Didin (32) mengatakan, minggu ini terakhir berjualan nanti setelah masuk bulan puasa tidak mungkin berjualan, kalau pun berjualan akan merugi. Jadi praktis selama satu bulan penuh tidak akan jualan lagi, katanya.

Namun tidak semua para PKL akan berhenti berjualan, seperti pakaian dan keperluan lainnya akan tetap berjualan walau sudah dipastikan tidak akan selaris hari ini. Demikian juga penjual jasa seperti permainan anak anak, hari minggu akan tetap menggelar alat alat permainan.

Suasana pasar tumpah di bebeapa lokasi memang terlihat lebih ramai dipadati para pengunjung, terutama di lapangan terbuka seperti Tegallega, Cijerah seputaran pabrik, Gasebu, bahkan sekitaran Alun alun Bandung pun ramai dipadati para pengunjung.

Beberapa taman rekreasi  daerah Lembang pun ramai, bahkan arus lalulintas mulai dari Ledeng sampai Lembang padat oleh bus bus wisata. Lain lagi dengan tempat wisata yang bersejarah, seperti Kebun Binatan dan Taman Lalulintas, terlihat biasa biasa saja. Diduga masyarakat lebih memilih ke tempat lain yang lebih banyak pilihan, baik belanjaan maupun rekreasi keluarga.

Bahkan animo masyarakat terlihat bebas tidak berbayar masuk lokasi pasar tumpah, daripada masuk lokasi lokasi yang menjual tiket masuk.

Fujianto

 

0Shares
sonni hadi

By sonni hadi

Pengelola Sonni Hadi wartawan majalah mahardika anggota PWI Jawa Barat No kta 10.00.5551.95. Independent tidak terkait dengan satu golongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *