Jum. Jan 27th, 2023
Spread the love
0Shares

Tidak usah banyak menjelaskan silsilah Kawasan ini, karena sudah banyak beredar tentang keindahan lokasi wisata ini. Hanya ada satu kalau mau wisata atau piknik ke lokasi ini atau sebut saja Ciletuh, sediakan waktu paling sedikit 3 hari untuk menikmati semua keindahan alam di Kawasan ini. Masalahnya lokasi yang sudah diakui oleh UNESCO sejak 2015, benar benar tidak membosankan.

Untuk mengurangi waktu terbuang, disarankan tidak menginap dulu di Kota Sukabumi. Lebih baik langsung ke Kawasan Ciletuh dengan menelusuri jalan provinsi berhotmik,  sepanjang jalan suasana perkampungan masih alami dan disuguhkan berbagai pemandangan indah seperti pegunungan sebelah kiri sebelah kanan jurang jurang dibatasi pantai laut selatan yang membiru. Terlihat terkadang beberapa nelayan, itu pun kalua cuaca di sekitaran itu baik tidak muncul kabut kabut tebal.

Setelah lama di perjalanan mulai disuguhkan lembah tikungan di Puncak Darma, dibuat sedemikian rupa ada lokasi parker dan panggung terbuat dari bambu, masih tradisional sekali. Mungkin belum tersentuh oleh dunia teknologi walau pun jaringan internet sudah ada di Kawasan ini.

Di Puncak Darma bisa istirahat menikmati pemandangan serta melepas dahaga, sambal makan pun rasanya di tempat ini cocok. Karena ada jajanan dadakan ala kampung setempat, harganyapun makanan tidak terlalu mencekik, cukuplah mencicipi makanan kampung.

Setelah cukup puas istirahay serta berfoto ria, perjalanan bisa dilanjutkan ke lokasi lainnya, masih di Kawasan geopark Ciletuh. Yaitu Curug Cimarinjung, Curug Sodong, . Dan masih banyak lokasi lainnya yang tidak mungkin bisa disinggahi dan dinikmati dalam satu hari, selain perjalanan cukup jaug, juga sangat melelahkan.

Namun jangan khawatir, karena di beberapa lokasi ini sudah tersedia penginapan dan makanan kotaan, tidak terlalu makanan yang biasa di pedasaan. Mungkin karena sudah terkontaminasi makanan dari kota, Sukabumi Bandung Jakarta dan kota lainnya.

Kalau ingin lebih jauh lagi menikmati alam geopark Ciletuh, disarankan meminta bantuan pemandu wisata. Mereka benar benar sudah menguasai berbagai hal, mana tempat yang aman berbahaya dan menyenangkan.

Tidak perlu berkemah, sewa penginapan saja harganya tidak begitu malan sekitar Rp 150.000 sampai Rp 600.000./malam . Café pedasaan pun ada, menunya tentunya berbagai ikan laut, rasanya fress dan nikmat makanan yang disajikan.

Alam Kawasan Geopark Ciletuh ini sangat cocok untuk piknik keluarga atau mereka yang sedang bulan madu. Suasananya masih alami, bisa melihat warga setempat yang menggembala kerbau, kambing benar benar alami. Rindu akan suasana pedesaan disinilah tempatnya, pagi dan sore masih tercium wanginya asap dari pembakaran rumput rumput kering sambal mendengar suara burung liar dimana mana saling sahut menyahut. Benar benar suasana alam sekitar Ciletuh masih bersih dan tidak salah kalau tempat ini diakui Unesco.

Gua Kunti Ciletuh
Disinilah lokasi yang menyeramkan tetapi asyik untuk istirahat walau di dalam gua

Makanya piknik ke Ciletuh dijamin tidak akan bosan, bahkan ada lagi pilihan lokasi yang menyuguhkan suatu pulau yang disebut “Pulau Kunti” emang menyeramkan dengan nama itu, namun setelah berada di pulau tersebut, begitu terpesona benar benar masih perawan, tidak ada sentuhan tangan jahil. Di tempat ini bisa berenang main air laut di pantai berkerikil, pasir putih bersih dan bisa main masuk ke gua kunti, dimana di gua ini cukup menyeramkan, cocok untuk mereka yang sedang pacaran atau dimadu kasih.

Biasanya di tempat sakral seperti ini dan dimanapun selalu menjaga hal yang diluar kesopanan, maklum orang orang timur masih banyak yang percaya tahyul, tapi kalau mau nyoba ngomong jorok dan sembarangan silahkan, resiko tanggung sendiri, kata beberapa pembandu meyakinkan.

Sonni Hadi

0Shares
sonni hadi

By sonni hadi

Pengelola Sonni Hadi wartawan majalah mahardika anggota PWI Jawa Barat No kta 10.00.5551.95. Independent tidak terkait dengan satu golongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *