Jum. Jan 27th, 2023
Spread the love
0Shares
Kapolsek Losarang Kompol H. Mashudi mengawal kegiatan arak-arakan Dinosaurus dalam rangka upacara adat masyarakat Ngunjung di Desa Jumbleng, Kec.Losarang, Kab.Indramayu, Jabar. (Taryani)

INDRAMAYU, MajalahMahardika – Jajaran Polsek Losarang bersama Koramil, Satuan Polisi Pamong Praja dan unsur Pemerintah Desa Jumbleng, Kamis (10/11/2022) melakukan sinergitas pengamanan kegiatan masyarakat Ngunjung di jalan Pantura Desa Jumbleng, Kec.Losarang, Kab.Indramayu, Jabar.

Kapolsek Losarang Kompol H. Mashudi mengemukakan, pengamanan kegiatan masyarakat di jalan Pantura dilakukan guna menghindari terjadinya antrean kendaraan.

Apalagi, katanya di jalan Pantura Desa Jumbleng saat ini masih ada kegiatan perbaikan jalan dari arah Jakarta menuju Cirebon. “Kegiatan perbaikan jalan itu sampai dengan saat ini belum selesai, sehingga berpotensi menimbulkan antrean kendaraan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pada hari ini dilakukan sinergitas antara TNI-Polri, Sat Pol PP dibantu unsur Pemerintah Desa Jumbleng melaksanakan kegiatan pengamanan di jalan Pantura. Hal ini dilakukan dalam rangka kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan adat istiadat Ngunjung.

“Kami dari jajaran Polsek Losarang bersama TNI, Satpol PP dan Pemerintahan Desa Jumbleng melaksanakan Gaturlantas,” katanya.

Pada kegiatan masyarakat itu tampak seekor binatang purba, berbadan tinggi besar atau biasa disebut Dinosaurus melintas di jalan Pantura Kec. Losarang, Kab.Indramayu, Jabar yang saat itu kondisinya cukup padat kendaraan.

Dinosaurus lebar sekitar 2,5 meter dan panjang 4,5 meter tersebut dinaikan ke atas gerobak diarak oleh sekitar 10 warga. Lima orang menarik dari depan dan 5 orang lainnya mendorong dari belakang.

Agar kegiatan itu berjalan sesuai rencana, arak-arakan dinosaurus dikawal seorang wanita berpakaian hitam – hitam dan bertopi bundar warna cream . Pengawal binatang purba ini berpenampilan sangat ramah. Ia senantiasa menebarkan senyum yang manis di setiap langkahnya.

Konvoi dinosaurus dilakukan masyarakat dikoordinasikan Pemerintah Desa Jumbleng berkaitan kegiatan adat istiadat Ngunjung yang tempatnya di lapangan belakang SPBU Jumbleng.

Tua-muda, pria – wanita, anak-anak dan dewasa tampak ikut meramaikan kegiatan itu. Mereka dengan semangat mengarak dinosaurus melintas jalan Pantura yang cukup padat kendaraan menuju ke lokasi yang dituju.

Pergerakan dinosaurus itu tentu saja menarik perhatian masyarakat Desa Jumbleng dan sekitarnya yang menyaksikan dari pinggir jalan.

Rupanya yang tertarik itu bukan hanya warga sekitar. Pengendara kendaraan bermotor pun ikut tertarik menyaksikan arak-arakan dinosaurus itu.

Apalagi, sosok binatang jadul itu mulutnya bisa bergerak buka dan tutup sehingga menarik perhatian masyarakat yang melihatnya.

Pada bagian punggung, tampak seorang bocah yang badannya belepotan bedak dengan santai menunggang dinosaurus.

Bocah ini pun terlihat ramah dengan wajah berseri-seri menebar senyuman tak henti-hentinya menarik tambang sehingga mulut dinosaurus bisa mangap dan mingkem atau buka dan tutup.

Kostum atau dandanan penunggang dinosaurus ini terlihat cukup unik. Penampilannya sengaja didesain mirip sesosok Tuyul yang hanya mengenakan celana dalam dengan tubuh pucat karena efek bedak.

Salah seorang warga Kasman, 48 mengemukakan, berkat upaya pengamanan yang dilaksanakan aparat gabungan dari Polsek, Koramil, Satpol PP dan Pemerintah Desa Jumbleng pelaksanakan arak-arakan Ngunjung di Desa Jumbleng berlangsung sukses.

“Alhamdulillah kegiatan yang dinanti-nantikan masyarakat Desa Jumbleng ini berjalan lancar atau sukses,” katanya. (Taryani)

0Shares
sonni hadi

By sonni hadi

Pengelola Sonni Hadi wartawan majalah mahardika anggota PWI Jawa Barat No kta 10.00.5551.95. Independent tidak terkait dengan satu golongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *