Sen. Nov 28th, 2022
Spread the love
0Shares

Bandung, majalahmahardika.com – Pencarian dana Kardus-kardus untuk dalih akan disampaikan kepada para pengungsi atau mereka yang terkena bencana gempa serta longsor di Cugenang Cianjur, mulai bermunculan di beberapa persimpangan Kota Bandung terutama di lampu stopan, juga arah Cimahi Padalarang.

Selain di Kota Bandung beberapa kelompok yang meminta sumbangan di persimpangan, bisa dijumpai di beberapa ruas jalan provinsi antara Cimahi sampai perbatasan masuk Kota Cianjur. Demikian juga pulai dari Sukabumi sampai Pasir Hayam, sama dengan jalan raya Ciawi Bogor sampai Cibodas Puncak.

Mereka berjejer di pinggir jalan yang arus lalulintasnya yang tersendat diduga untuk memudahkan menyodorkan kardus-kardus yang bertuliskan peduli gempa Cianjur, sumbangan untuk para korban gempa dll.

Hal tersebut bukan saja membahayakan para pengemudi kendaraan, melainkan juga membahayakan diri sendiri. Karena mereka seperti tidak risi dengan lalulalang kendaraan roda empat maupun roda dua. Lebih membahayakan ketika jelang sore hari, karena arus lalulintas cukup padat di beberapa wilayah.

Menurut beberapa pengemudi kendaraan, para peminta sumbangan itu lebih baik tidak di tengah jalan karena bisa memadatkan arus lalulintas. Seorang memberi sumbangan harus berhenti beberapa detik sedangkan ke belakang antrian memanjang, karena berhenti sejenak pun apabila ada antrian akan berakibat terhenti memanjang berurutan, akibatkan arus lalulintas terganggu.

Seperti yang terjadi di Jalan Raya Cimahi arah Padalarang beberapa peminta sumbangan berdiri di tengah jalan yang hanya dibatasi tali pelastik, tentunya arus lalulintas menjadi padat karena terganggu oleh mereka yang berhenti sebentar memberikan sedikit sumbangan.

Hal seperti itu menurut warga setempat, mereka entah dari mana tiba-tiba serombongan datang dengan menenteng kardus-kardus peduli bencana Cianjur. Kemudian tanpa ada rasa takut mendapat kecelakaan.

Hal tersebut perlu ada pemerhatian dari pihak berwenang, agar bisa tertib dan tidak mengganggu arus lalulintas di setiap jalan raya, maupun di persimpangan.

Sementara itu, sumbangan yang diterima Pos Darurat di Joglo sudah diumumkan melalui teve dan para wartawan, bahwa bahan keperluan pengungsi baik kebutuhan sehari hari mulai tenda, pakaian baru dan bekas sudah tersedia terpenuhi. Berbagai sumbangan bahan pokok sudah menggunung di setiap posko, untuk para pengungsi setiap saat bisa mengambil melalui kelompok yang ditunjuk di setiap tenda pengungsi.

Bahkan untuk kebutuhan makan setiap hari pemerintah sudah menyiapkan dapur umum 24 jam, baik untuk pengungsi maupun para aparat lain dan termasuk relawan.

Sonni Hadi

 

0Shares
sonni hadi

By sonni hadi

Pengelola Sonni Hadi wartawan majalah mahardika anggota PWI Jawa Barat No kta 10.00.5551.95. Independent tidak terkait dengan satu golongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *